Powered By Blogger

Selasa, 13 Januari 2015

BELAJAR DARI SEMUT

    Semut sering kita anggap hewan yang penganggu, suka menyengat. Terkadang kita bunuh, kita adu. Tapi  tahukah kita ada banyak pelajaran yang tak ternilai dibalik dunia makhluk mungil ini ?. Hewan kecil yang hidup berkoloni ini,  terdiri dari ratus atau ribuan dalam setiap koloninya. Tak ada semut yang tinggal sendirian.. Kecuali semut yang lgi kasmaran atau galau..  :D

   Dalam dunia semut, hal yang utama adalah kelangsungan hidup koloni. tak ada satupun yang mempersalahkan jabatan yang ia miliki, semua mendahulukan kepentingan bersama. Bahkan rela berkorban demi kepentingan bersama. Hal inilah yang membuat semut tak ada yang kelaparan, tak ada yang tak memiliki tempat tinggal. Semua dinikmati bersama-sama. 



   

     Apa kunci semua itu ? Dalam dunia semut terdapat kerjasama, rasa berbagi yang besar. Makanan dikumpulkan menjadi satu, lalu dibagi menjadi rata. Sehingga tak ada yang tidak memperoleh makanan. Sungguh indah tatanan kehidupan dalam masyarakat semut. 

      Masyarakat semut adalah salah satu keindahan ciptaan dari sang Pencipta alam Allah Azza wajalla. Keindahan ini ditujukan untuk manusia agar mengambil contoh dari makhluk tersebut. Seharusnya seperti inilah kehidupan dalam bermasyarakat yang islami.
‪#‎Senyum‬ ‪#‎Semut‬ ‪#‎Owe_owe‬


(( Griyayasa Tangerang Raya ))

Sabtu, 03 Januari 2015

SEPENGGAL KISAH PERJALANAN HIDUP


“Kenangan demi kenangan hanya akan jadi serpihan puzzle masa lalumu”,Banyak yang masuk jadi bagian dalam hidupmu tapi mungkin hanya beberapa gelintir orang saja yang benar-benar masuk kedalam hatimu, dan mewarnai pelangi hidupmu dan menerangi jalanmu hingga saat ini. Orang-orang yang singgah dalam hidupmu mulai dari masa kecil, waktu sekolah TK, SD, SMP, SMA, saat kuliah, dan masa bekerja yaitu saat engkau memulai kehidupan yang sesungguhnya dan memperjuangkan hidupmu sendiri tanpa menggantungkan lagi sepenuhnya kehidupanmu pada naungan orang tuamu atau keluarga besarmu, hingga akhirnya engkau jadi manusia dewasa dan membentuk idealisme serta realitas kehidupanmu yang sesungguhnya yaitu dengan engkau membangun keluargamu sendiri.

    Mungkin memang diantara teman-temanmu dari berbagai tempat tadi ada yang seakan-akan pada saat masih bersama akan menjadi sahabat sejatimu selamanya, baik mungkin dari teman main masa kecilmu dikampung, disekolah TK, SD, SMP, SMA, S1 teman kerja, dari satu tempat kerja ke tempat kerja yang lainnya dsb, tapi setelah berpisah dan terpisahkan oleh jarak, ruang dan waktu, persahabatan sejati yang dianggap akan bertahan selamanya, lama kelamaan karena dimakan waktu dan keadaan, perasaan itu perlahan mulai memudar dan kembali menjadi biasa apalagi tanpa ada komunikasi yang intens, walaupun mungkin ada sebagian kecil yang benar-benar bertahan cukup lama, tapi memang waktu dan keadaan lambat laun akan mengubah manusia, bukan berarti pada waktu masih bersama, persahabatan itu tidak berarti dan tanpa makna, tapi memang semuanya diuji oleh perjalanan waktu. walaupun mungkin suatu saat, ada suatu masa yang akan membawa kamu kembali kepada tempat-tempat kamu pernah terikat tadi, seperti kamu kembali ke tempat asal tanah kelahiranmu setelah sekian lama kamu tinggalkan karena pergi merantau untuk bekerja atau untuk melanjutkan pendidikan, tapi keadaannya tidak lagi akan sama seperti semula pada saat kamu pernah bersama sebelumnya, pada waktu ada ikatan persahabatan dan kebersamaan dalam ruang dan waktu yang sama seperti telah yang disebutkan tadi.

     Begitu banyak yang singggah, yang datang dan pergi, atau bahkan menginap dalam kehidupanmu, namun mungkin hanya hitungan jari yang mungkin benar-benar menjadi penghuni rumah hatimu, dan bersama-sama membangun istana hidupmu, dan itu adalah orang-orang yang saat ini benar-benar ada dalam hidupmu, menerimamu apa adanya, menangis dan tertawa bersamamu, mengisi ruang-ruang hati dan ruang-ruang hidupmu, berbagi dan berjuang bersama, saling peduli, saling percaya, saling mengisi, saling mengerti dan memahami pribadi dan keinginan masing-masing, yang membelamu saat ada dan tidak ada begitu sebaliknya, saling mendoakan, dan bahkan saling mencintai dan menyayangi saat duka dan bahagia.

    Walaupun mungkin orang-orang dari masa lalumu tadi sebagian kecil atau mungkin sebagian besar saat ini berada disekelilingmu, namun mungkin boleh jadi tidak ada yang benar-benar ada dan ingin ada dalam lingkaran cakrawala kehidupanmu saat ini, dan hanya tetap sebagai bagian dari serpihan memori masa lalumu. entah memori itu baru ataupun usang, karena memang semuanya sama-sama terlarut dalam realitas kehidupan dan idealisme hidup masing-masing saat ini. dan mungkin sama-sama memiliki kehidupan yang berbeda, walaupun berada diruang dan waktu yang sama. apalagi mungkin bagi yang berada di ruang, waktu dan jarak yang berbeda.

    Mungkin memang ruang yang berbeda dan waktu yang telah berlalu panjang, serta jarak yang terpisah jauh, bisa merubah dan mengubah manusia masa lalu yang saling terikat dan peduli karena waktu itu masih berada dalam ruang dan waktu yang sama, menjadi manusia saat ini yang sekedar saling memikirkan pun tidak. Yang masih berada diruang dan waktu yang sama saja bisa berubah apalagi yang berada diruang dan waktu yang berbeda dan jarak yang terpisah jauh. Walaupun Ada yang berusaha untuk sekedar membalik-balik dan membaca catatan lama yang pernah ditulis, ada yang setiap tahun saat puasa atau lebaran, mungkin 5 tahun sekali, 10 tahun sekali, 20 tahun sekali dst, untuk mengingat kembali saat-saat dan moment-moment tertentu yang bisa mengingatkan mereka bahwa lembaran-lembaran itu pernah ditulis dan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan mereka, dengan berbagai judul seperti reunian, buka bersama saat ramadhan, aniversary, napak tilas dan lain sebagainya, sekedar untuk mengingat-ingat kejadian atau perbuatan teman atau sahabat yang menyenangkan atau menggelikan yang bisa membuat mereka tertawa lepas untuk sesaat saja, setelah itu berpisah dan bubar lagi, maka kembalilah mereka pada kehidupan mereka masing-masing seperti biasa, mungkin tidak saling mengingat dan peduli untuk satu tahun kedepan atau beberapa tahun kedepan, mungkin ada beberapa yang masih menyempatkan untuk sekedar say hello, dan mungkin suatu saat dibalik lagi catatan lama itu, karena itu memang sekedar cataan lama yang pernah ditulis, dan catatan yang baru dan sedang ditulis dalam realitas yang sesungguhnya saat ini itulah dirimu hari ini, yang belum tentu menjadi bagian dari orang-orang yang ada dalam lembaran-lembaran memori tadi.
Itulah realitas susungguhnya dari perjalanan kehidupan manusia!!!
Wallohu’alam bisshowab.

(( Griyayasa Tangerang))

Minggu, 23 November 2014

Tips tidur nyenyak dan berkwalitas


Setelah seharian melakukan kegiatan yang padat, tentunya saat malam tiba anda ingin berisitirahat degan nyaman. Salah satu cara istirahat dengan nyaman adalah melalui tidur yang nyenyak. Tidur dengan nyenyak diperlukan dibutuhkan untuk memulihkan kembali kondisi setelah satu hari beraktifitas. Tidur dapat memulihkan kembali tenaga anda, serta mengistirahatkan tubuh anda. jangan khawatir, dengan mengikuti beberapa tips di bawah ini, anda akan mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas. Berikut beberapa tips untuk mendapatkan tidur nyenyak dan berkualitas.

Jauhkan gadget
Gadget adalah barang yang telah lazim dimiliki oleh semua orang. Dengan semua kemudahan dan manfaat yang ditawarkan sebuah gadget, anda begitu mesra berinteraksi dengan gadget anda. namun, tahukah anda? salah satu hal yang harus anda hindari menjelang tidur adalah gadget. Matikanlah gadget anda 1-2 jam sebelum anda tidur. Agar otak anda bersiap untuk istirahat.

Makan malam dengan protein.
Buatlah menu makan malam anda dengan komposisi makanan yang mengandung banyak protein. Tubuh memerlukan waktu selama tujuh jam untuk mencerna protein, hasil dari protein yang dicerna adalah energi yang anda dapat gunakan untuk beraktifitas. Untuk itulah, jika protein dimakan sebelum tidur maka saat anda bangun pagi hari anda memiliki banyak energi untuk menjalani hari. Akan tetapi hindari makan makanan dengan berlebihan. Tidur dalam kondisi terlalu kenyang, dapat membuat tidur anda menjadi tidak nyenyak dan kurang berkualitas. kondisi perut yang terlalu kenyang, membuat lambung anda bekerja lebih berat, tentunya kondisi ini membuat tidur anda menjadi tidak nyenyak.

Rutinlah berolahraga
Lakukanlah olahraga dengan rutin dan teratur. Olahraga yang dilakukan dengan rutin akan membuat tubuh bergerak dan akan membuat tidur anda lebih nyenyak pada malam hari. Olahraga dengan rutin, dapat menyalurkan energi yang ada pada tubuh. Jika energi pada tubuh sudah dikeluarkan, maka tubuh akan lelah dan meminta untuk beristirahat. Salah satu tidur yang paling nyenyak adalah saat tubuh sangat merasa lelah.

Matikan Lampu
Matikanlah lampu anda saat anda tidur di malam hati. Para ahli yang melakukan penelitian, menemukan bahwa kondisi lampu yang terang membuat otak tidak dapat berisitirahat dengan maksimal saat tidur malam. Matikanlah lampu tidur anda untuk mendapatkan tidur yang maksimal dan berkualitas. Suasana yang gelap tanpa cahaya membuat otak anda dapat lebih baik dalam berisirahat, dan tentunya membuat kualitas tidur anda semakin baik.

Perhatikan kebiasaan sebelum tidur
Pelajarilah kebiasaaan anda sebelum tidur. Pada beberapa orang, mereka perlu mensetting suasana tidurnya, seperti menyiapkan bantal dan selimut kesayangan, menggunakan aroma terapi atau mengoleskan jenis-jenis minyak tertentu pada tubuh. Jangan lupa berDoa sebelum tidur  tidur dan setelah bangun.. ok?


Griyayasa Tangerang

Kesederhanaan VS Kemewahan














Kesederhanaan sejatinya datang dari dalam hati..
Bukan hal yang diciptakan atau dibuat-buat …
Tak ada yang salah dengan hidup mewah, menikmati indahnya duniawi
Kalau memang ada harta untuk menfasilitasinya ..
***
Pakai baju keluaran butik ternama ..
Beli tas yang katanya lebih mahal dari rumah tipe 21 …
Naik mobil yang harganya selangit …
Menginap di hotel yang ternyaman …
Menyekolahkan anak di sekolah terbaik, di dalam atau di luar negeri …
***
Di satu sisi ada pula yang diberikan harta melimpah ..
Tapi memilih untuk menjalankan hidupnya dalam kesederhanaan …
Tak ada barang-barang bermerk dan mewah melekat di badannya …
Rumah bukan di real estate atau kawasan ternama …
Mobilpun apa adanya …
***
Semua itu pilihan ..
Dan hak masing-masing ..
Selama harta yang digunakan memang rejeki halal dariNya …
***
Yang salah adalah ..
Ketika hatinya … jiwanya sebenarnya tak biasa dengan dengan tampil seadanya dan sederhana …
Tapi demi suatu tujuan menciptakan diri untuk menjadi “sederhana” …
***
Tak perlu berlebih-lebihan “memiskinkan diri” agar terlihat sederhana …
Yang biasa saja ..
Jalani kehidupan seperti yang biasa dijalani …
***
Kecuali memang hidup sederhana itu benar-benar datang dari lubuk hatinya yang terdalam ..
Mampu meninggalkan semua kenyamanan ..
Mampu melupakan keduniawian ..
Karena memang benar-benar peduli dengan si miskin dan si fakir …
***
Itu baru kehebatan .. Bukan kebohongan ..
Karena dilakukan bukan untuk menempelkan status “sederhana” pada dirinya …
Dan Yang paling penting menjadi diri sendiri ..
Bukan menjadi “orang lain”

Kamis, 06 November 2014

BADAI PASTI BERLALU

     Hidup seolah berada di sebuah bahtera yang berada di tengah samudra. Perlu perjuangan untuk membuat bahtera tersebut melaju menuju pulau impian. Jika tidak, behtera hanya akan terombang-ambing entah kemana. Kita perlu terus menjadikan bahtera bergerak dan mengarahkannya ke arah pulau impian kita. Namun, kadang badai datang, membuat bahtera kita oleng bahkan hampir tenggelam.

    Namun bahtera kehidupan memiliki sebuah keajaiban. Bahtera kehidupan tidak akan pernah tenggelam selama kita memiliki harapan. Oleng mungkin tetapi tenggelam tidak jika kita masih memiliki harapan bahwa kita akan sampai ke tujuan yang kita impikan. Jika badai begitu lama menggoncang bahtera kita, jangan pernah menyerah, karena menyerah adalah satu cara pasti bahtera kita tenggelam. Harapan, membuat bahtera kita tidak akan pernah hancur dihantam gelombang dan tidak akan membuat bahtera kita karam.

 


  
 Lalu, dari mana datangnya harapan? Harapan ada pada diri kita, sebab tidak ada badai yang melebihi kekuatan diri kita. Sebesar-besarnya badai masih dibawah kemampuan kita semua. Allah telah memberikan kekuatan yang sangat dahsyat pada diri kita atau mendatangkan badai yang besarnya masih ada dibawah kemampuan kita. Allah tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita.

    Jagalah harapan bahwa selalu ada jalan keluar. Yakinlah bahwa kita bisa bertahan. Pasti ada sesuatu hikmah besar dibalik kesulitan yang kita hadapi. Semakin besar kesulitan, mungkin semakin besar dan bernilai hikmah yang akan kita dapatkan nanti. Jagalah harapan, karena badai pasti berlalu, Insya Allah.

((Griyayasa Tangerang raya))

Selasa, 21 Oktober 2014

--- Cintailah Dia Sewajarnya ---

   Allah Azza wajalla telah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran-Nya, dan hal prinsip dalam ukuran ini adalah keseimbangan. Maka coba tengok saja, adakah ciptaan Allah yang keluar dari keseimbangan ini? Mulai dari penciptaan galaksi dan alam semesta hingga sampai pada materi terkecil dari suatu benda yang dikenal dengan istilah atom. Semuanya sesuai dengan ukuran. Tidak lebih. Dan tidak kurang.

    Jika kemudian kita menemukan fakta bahwa ada beberapa ciptaan-Nya yang memang dikehendaki untuk tidak seimbang, semisal manusia yang kakinya hanya sebelah dan seterusnya maka itu bukanlah penyimpangan dari kaidah umum, namun pasti ada hikmah yang dikehendaki-Nya untuk si makhluk tersebut dan untuk manusia-manusia lain di sekitarnya. Entah tentang kesabaran, tentang kesyukuran, tentang kelemahan manusia sebagai makhluk, dan tentang-tentang yang lain yang bila kita benar dalam memandang fenomena itu maka ada banyak pelajaran yang akan bisa diambil.

Dan ternyata, Allah tidak hanya menyifatkan keseimbangan ini pada benda/materi yang dapat terindra. Tetapi Dia juga menjadikan keseimbangan ini sebagai warna pada segala hal, pun yang sifatnya bukan materi. Misalnya ketika Dia menjadikan umat islam adalah umat yang pertengahan dan melarang sikap berlebih-lebihan (tidak wajar) dalam menjalankan agama ini.

Allah SWT berfirman, "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikanmu (ummat Islam), ummat yang pertengahan dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan)mu." (Al-Baqarah: 143).

Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Rasulullah saw. bersabda, 'Celakalah orang-orang yang melampaui batas!' Beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim; 2670).

Lebih jauh lagi, ternyata Rabb Yang Paling Tahu tentang apa yang terbaik bagi kita juga telah menggariskan melalui Sabda Rasul-Nya bahwa prinsip keseimbangan itulah yang hendaknya mewarnai hati dan perasaan kita dalam aktivitas utamanya : mencintai dan membenci.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kamu benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai." (HR. At-Tirmidzi)

Cinta dan benci, adalah dua hal yang substansi/muatannya beda jauh tetapi pembatasnya hanyalah selaput tipis yang mudah robek. Jika bisa diibaratkan hati kita ini sebagai organ jantung, maka cinta layaknya darah bersih yang kaya akan oksigen sedangkan benci adalah darah kotor yang muatannya adalah karbondioksida. Pembatas dua darah yang peranannya berbeda jauh ini hanyalah berupa katup dan dinding jantung. Jika jantung melakukan aktivitas memompa dengan normal dan wajar, maka darah bersih dan darah kotor ini pun takkan merugikan karena keberadaan keduanya merupakan salah satu siklus penunjang kehidupan manusia. Namun jika karena ada tekanan yang berlebihan pada jantung sehingga ia bekerja tidak sewajarnya, maka bisa jadi akan mengakibatkan kebocoran pada dinding jantung atau katup, sehingga bercampurlah darah kotor dengan darah bersih yang jika dibiarkan akan dapat membawa pada kematian.

Begitulah dahsyatnya energi dari cinta dan benci yang tidak dikelola dengan menggunakan prinsip keseimbangan/kewajaran. Ia akan mampu membinasakan pemiliknya. Seperti kisah yang sudah sangat terkenal semisal Laila Majnun, Romeo Juliet, dan seabreg kisah roman picisan yang akhirnya ditiru oleh manusia yang mengaku dirinya para "pecinta" yang karena cintanya yang teramat dalam ( katanya alias Jere..) kepada kekasihnya maka berlakulah bagi mereka kaidah-kaidah: jika kau mati ku juga mati, atau jika kau putuskan aku maka ku mati, atau jika kau sakiti hatiku kau yang kupastikan mati. Naudzubillah..

Sering kita jumpai berapa banyak pasangan yang semula sangat memuja pasangannya tapi kemudian karena ada satu dua hal kecil yang tidak ia harapkan dilakukan pasangannya maka kemudian yang terjadi adalah pertengkaran tanpa ujung. Dengan sekejap, cinta yang menggunung tiba-tiba berganti dengan benci yang pekat bergulung-bergulung. Yang akhirnya membawa kepada perceraian dan permusuhan seumur hidup.

Maka bijak sekali Umar bin Khattab ra yang menasehati putranya: "Hai Aslam, jangan jadikan cintamu sebagai beban dan jangan sampai bencimu membuat binasa."

Aku bertanya: "Bagaimana hal itu bisa terjadi?"

Beliau mengatakan: "Jika engkau mencintai, janganlah berlebihan seperti seorang anak kecil mencintai sesuatu. Dan, jika engkau membenci, janganlah berlebihan hingga engkau suka mencelakai sahabatmu dan membinasakannya." (Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad)

Atau juga yang telah diungkapkan melaui bait-bait indah para penyair.

Jika engkau membenci, bencilah dengan kebencian sewajarnya
Karena sesungguhnya engkau tidak tahu, suatu ketika engkau akan kembali

Jika engkau mencintai, cintailah dengan cinta sewajarnya
sebab engkau tidak tahu, suatu ketika engkau memutus cinta itu

(Hadbah bin Kasyram)

Cintailah kekasihmu dengan cinta sewajarnya
Niscaya tidak akan membebanimu bila kamu memutus cinta itu

Dan bencilah musuhmu dengan benci sewajarnya
Karena bila engkau berusaha untuk mencintainya maka engkau akan bersikap bijak padanya

(An-Namar bin Taulab)
 Karena, cinta itu bagi kita adalah layaknya air bagi tanaman. Jika kekurangan air maka tanaman itu akan layu, meranggas, kemudian mati. Dan jika berlebihan, air itu akan membusukkan akar-akarnya dan mencabutnya juga dengan paksa dari kehidupannya.  Maka mintalah kepada pasangan hidupmu, agar mencintai anda secara wajar http://semestawanita.blogspot.com

(( Griyayasa Tangerang barat )) 

Jumat, 17 Oktober 2014

PERNIKAHAN SEUMUR JAGUNG ITUPUN AKHIRNYA KANDAS

    Selepas ba'da sholat  jumat siang tadi, saat kaki ini menuruni tangga masjid tiba tiba dari belakang seorang teman menepuk bahuku, lantas membisiki telingaku "ada berita duka mas andry!!" sambil mengerutkan dahiku aku coba menimpalinya "berita duka apaan?" saat itu aku belum paham maksud dari berita tersebut, akhirnya setelah diceritakan  panjang lebar, akupun baru tahu maksud berita duka tersebut.. 

   Yach.. ini berkaitan salah seorang teman pengajian, seorang teman yang dulu sempat menyadarkanku akan pentingnya menuntut  ilmu agama, saat ini dia sedang dirundung masalah, rumah tangganya yang baru seumur jagung telah kandas, akupun tidak habis fikir, kenapa bisa terjadi,, dan sekarang sedang persiapan untuk diajukan di pengadilan agama. Aku baru teringat kalau beberapa hari yang lalu dia datang kerumah, namun kebetulan aku pas tidak ada dan beberapa kali sms ke aku ingin zyaroh ke tempatku namun lagi lagi  pekerjaan sedang menyibukanku, mungkin ia butuh teman curhat, teman ngobrol atau apalah..

   Sebenarnya sejak dari awal aku diajak menemani untuk melamar akhwat tersebut sejujurnya akupun kurang begitu cocok dengan pilihan hati temanku ini, Dia yang seharusnya lebih paham soal agama terutama soal kriteria memilih calon istri yang baik menurut islam, mengapa dia justru lebih memilih akhwat yang masih "awam" (sedikit tentang pemahaman agamanya) ditambah lagi dia adalah seorang janda (meskipun tanpa anak) dan tidak memilih untuk bersabar menunggu pilihan yang sedang dicarikan oleh seorang ustadz, mungkinkah dia lebih memilih paras yang cantik dibanding agamanya? wallahu a'lam.. hanya Allah dan hatinya yang tahu. dan tentang sebab perceraian itu ternyata kabarnya istrinya terlalu banyak menuntut & mengatur terutama soal keuangan dan ditambah lagi kurang taat ( gampang melawan ) terhadap perkataan suaminya.

    Mudah mudahan dari kejadian tersebut, temanku serta kita semua bisa mengambil hikmahnya, betapa seorang yang telah berilmupun bisa terjatuh kedalam sebuah kesalahan dalam memilih pasangan hidup dan satu lagi bahwa paras yang indah ( cantik ) ternyata bukan jaminan membuat sebuah pernikahan itu bahagia.. 

Bukankah nabi kita telah bersabda:

عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا
،

وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”. 
Dalam hadist diatas, kita patut memperhatikan 4 hal dalam memilih jodoh. 4 kriteria tersebut adalah Agama,kecantikan,keturunan, dan harta. Berikut ini adalah penjelasan tentang 4 kriteria tersebut :




(1) Harta 
   
Ada juga yang memilih jodoh karena calon istri/suami punya harta yang banyak. Inipun tidak dilarang. Tetapi sebaik-baik pilihan adalah karena agama. Memilih wanita dengan melihat kekayaannya saja adalah sebuah kesalahan besar, kenapa? Karena wanita kaya tersebut boleh jadi shalihah atau tidak shalihah. Jika shalihah, beruntunglah lelaki yang memilihnya, namun pada umumnya yang terjadi tidak seperti itu, dalam kenyataan, berapa banyak seorang lelaki yang menikah dengan wanita kaya “tak beragama” kemudian wanita tersebut – karena merasa semua harta adalah miliknya – lantas menyepelekan sang suami, angkuh, dan tak mau taat kepada suaminya?

HADIST: Dari Ibnu Majah, dari Umar, hadits marfu’, bahwasanya Rasulullah saw pernah berkata: “Janganlah kalian menikahi perempuan karena keelokannya, karena boleh jadi keelokannya itu akan binasa, jangan pula kalian menikahi perempuan karena hartanya, karena boleh jadi hartanya itu akan membuatnya berlaku angkuh/sombong/melampaui batas, tapi nikahilah seorang wanita karena agamanya, dan (ketahuilah) bahwa budak wanita yang hitam legam namun beragama itu lebih baik.


(2) Keturunan baik atau kedudukannya

Para ulama memakruhkan seseorang untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenal asal-usulnya, tidak dikenal siapa ayahnya, dikhawatirkan asal-usulnya tidak baik, karena umumnya sifat seorang wanita tidak jauh dari induknya.
 
Hendaklah wanita itu dari golongan keturunan yang baik, maksudnya dari kaum yang terkenal menjaga urusan agamanya dan termasyhur dengan perjalanannya yang lurus. Sebab wanita dari rumah tangga yang seumpama itu akan memelihara dan mendidik putera-puterinya pada jalan yang diridhoi oleh Allah dan Rasul-Nya.
 
(3) Kecantikan 
  
Manusia telah diciptakan dengan fitrah menyukai segala sesuatu yang indah, elok dan cantik. Sebaik-baik perempuan adalah yang membuat suaminya bergembira ketika memandangnya karena keelokan dan pesona wajahnya. Manis atau cantik rupanya, ini juga sering dituntut oleh orang karena dengannya akan terpelihara diri dari mencari yang lain (jodoh yang lain), sebab tabiat manusia biasanya tidak pernah puas dengan isteri yang buruk rupa. Jika disebutkan supaya memilih yang teguh agamanya bukanlah berarti melarang memilih yang cantik rupanya.
 
(4) Agama 
 
Hendaklah isteri itu seorang yang shaleh dan berpegang teguh kepada agamanya. Yang termasuk dalam kategori agama adalah baik budi pekertinya, akhlaknya. Inilah sebaik-baik pilihan.
 
Agama di sini maksudnya adalah ketaatan bukan sekedar penampilan luar, bukan berarti jika tidak berjilbab juga tidak apa-apa asalkan shalihah (baik tingkah lakunya). Berjilbab merupakan setengah ketaatan, setengahnya lagi adalah tingkah laku, artinya, seorang wanita yang tidak berjilbab tidak dinilai beragama dalam pandangan hukum agama, karena ketaatannya kurang, walaupun wanita tersebut baik akhlaq dan perilaku kesehariannya.

Kenapa penyebutan agama dalam hadits tersebut diakhirkan,ini seharusnya kita pertanyakan,kenapa ? karena agama adalah hal terpenting yang harus diutamakan ketika memilih calon istri? Karena pada kenyataannya,hanya sedikit dari kaum pria yang memilih wanita dari agamanya.

Rasulullah saw bersabda “Tidak ada hal yang paling bermanfaat bagi seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah selain wanita shalihah, jika diperintah, ia menaatinya, jika dipandang, ia membuatnya bahagia/senang, jika bersumpah, ia memenuhi sumpahnya, jika ditinggal suaminya, ia menjaga diri dan harta suaminya.

Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang Allah beri rizki wanita shalihah, maka sungguh Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya, maka takutlah kepada Allah (dalam memenuhi) setengahnya lagi.
 
(( Griyayasa Cikupa Tangerang ))